Versi Rapi
Showing posts with label Berita-berita. Show all posts
Showing posts with label Berita-berita. Show all posts


Nampaknya tinggal hitungan hari sebelum Inter resmi berpindah tangan dari Massimo Moratti ke Erick Thohir. Rasanya aneh aja, karena sejak pertama kali gue kenal Inter sekitar 12-13 tahun yang lalu, nama Moratti sudah menjadi trademark dari Inter sendiri. Susah rasanya membayangkan Inter tanpa keluarga Moratti.

Well, time happens. Serie-A yang dulunya berjaya kini mulai kalah dari EPL, La Liga, bahkan Bundesliga. Klub-klub Serie-A mulai kehilangan pamor dan jatuh miskin, sampai akhirnya Mr. Moratti memutuskan untuk menjual Inter kepada pemilik baru yang memiliki dana lebih kuat untuk mengejar ketertinggalan. Walau agak berat menerima keputusan beliau, kami para fans tahu bahwa beliau melakukan hal itu karena kecintaannya terhadap Inter. Dengan menjualnya kepada pemilik baru yang mampu memberikan dana lebih, beliau berharap dapat melihat Inter menjadi klub kaya layaknya Chelsea, Real Madrid, Manchester City, atau PSG. Walaupun pasti berat bagi beliau untuk melepas klub yang sudah menjadi milik dinasti Moratti secara turun-temurun. Sebuah tindakan nyata dari teori bahwa cinta tak harus memiliki *halah*. U have our respect, Sir..

Dan siapa sangka, ternyata orang kaya calon pembeli Inter itu ternyata Erick Thohir. Pengusaha Indonesia 43 tahun pemilik Republika, Astra Internasional, DC United, Philadelphia 76ers, dan banyak perusahaan nasional maupun internasional lainnya. Negosiasi kepemilikan saham Inter memang sudah dimulai sejak berbulan-bulan yang lalu. Dan nampaknya saga itu akan segera berakhir dengan kepemilikan 75% saham Inter oleh Erick Thohir.

Di satu sisi ada rasa kagum bahwa klub sebesar Inter dimiliki oleh orang Indonesia. Itu artinya ada kemungkinan bahwa Inter bakal lebih sering datang ke Indonesia untuk laga uji coba. Atau siapa tahu suatu saat kita bisa melihat Andik Vermansyah merumput dengan jersey Inter, seperti yang dilakukan oleh Syamsir Alam di klub MLS, DC United. Tapi di sisi lain, sebagai Internisti gue nggak suka kalo Erick Thohir jadi Presiden Inter. Semua fans Inter tau, he has nothing to do with 'blue and black'. Sudah jelas bahwa Erick membeli Inter semata-mata hanya demi kepentingan bisnis. Rasa-rasanya fans manapun nggak bisa terima kalau presiden klub mereka bukanlah fans sejati klub. Apakah Erick bakal nonton langsung di Giuseppe Meazza setiap kali Inter melakukan laga kandang, seperti yang dilakukan oleh Mr. Moratti? Rasanya enggak. Apakah Erick bakal turun ke stadion dan merayakan bersama para pemain saat Inter meraih trofi? Rasanya enggak. Lantas siapa yang akan menjadi figur utama Inter jika Moratti tidak lagi menjadi presiden? Siapa yang bakal disorot kamera setidaknya 2-3 kali setiap kali Inter live di TV, jika Moratti tidak ada? Siapa yang bakal memberi jawaban-jawaban diplomatis untuk isu-isu di media, jika Moratti tidak ada? Bagaimanapun sebuah klub butuh figur seorang pemimpin yang benar-benar mengerti klubnya, dan rasa-rasanya Erick Thohir nggak cocok berada di sana.

Bahkan dari sisi bisnis pun, gue nggak yakin Erick Thohir bisa jadi seperti Roman Abramovich di Chelsea ataupun Sheikh Mansour di Manchester City. Lihat saja apa yang terjadi dengan klub Amireka milik Erick Thohir, DC United. Mentok segitu-segitu aja. Atau klub basket Amerika Philadelphia 76ers, yang sekarang statusnya dijual, namun nggak kunjung dapat pembeli. Dan satu lagi, gosip bahwa Erick membeli Inter dengan dana patungan bersama Bakrie, makin menunjukkan bahwa si pembeli baru ini sebenarnya nggak cukup kaya untuk dibandingkan dengan Abramovich atau Mansour.

Yah sudahlah, we'll see.

Friday, September 27, 2013




Hi there. Menutup bulan agustus, gue pengen sekedar posting hal yang berbau nasionalis dikit. Telat-telat dikit gpp deh :D

Oya, sebelumnya, beberapa waktu yg lalu saya sempat merayakan tujuhbelasan di Puncak Rinjani. Okay, mungkin agak lebay merayakan tujuhbelasan di puncak tertinggi ketiga di Indonesia itu, karena menurut saya negara kita ini sama sekali belum merdeka. Iya, belum merdeka.

Nah, ceritanya pulang dari Rinjani kemarin itu, kami sempat ketemu dengan seorang kenalan lama yang tinggal di pinggiran Kota Mataram. Om Wayan namanya. Nggak ada yang spesial dari kunjungan ke tempat Om Wayan itu, cuman sowan biasa.

Tapi saya tertarik pada salah satu kisah yang diceritakan Om Wayan. Cerita tentang pengalaman beliau yang pernah menjadi penambang emas di daerah Sekotong, Lombok Timur.

Beliau cerita, dulu jaman-jamannya masyarakat umum masih bisa menambang, daerah sana lumayan menakjubkan untuk sebuah tambang emas. Kenapa? Karena nggak seperti tambang-tambang emas lainnya yang harus menggali ke dalam tanah untuk mendapatkan batu konsentrat yang mengandung emas, di daerah itu batu-batu tersebut berada di atas permukaan tanah, berkilauan diterpa sinar matahari. Sayang sekali seiring berjalannya waktu, pemerintah memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan tambang emas itu pada perusahaan asing.

SOUNDS FAMILIAR?? Yep! Seketika itu juga saya teringat dengan Freeport. Tentang Gunung Emas Ertsberg yang dijarah oleh Amerika tepat di depan hidung kita.

Untuk yang belum tahu, saya ceritakan sedikit sejarahnya. Konon pada tahun 1936, seorang geologis asal Belanda bernama Jean Jaques Dozy yang sedang menjelajah di Papua Barat menemukan Ertsberg, sebuah gunung yang dipenuhi dengan bijih tembaga. Dalam laporan penelitiannya, Jean Jaques Dozy memaparkan bahwa tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia, kandungan biji tembaga yang ada di Gunung Ertsberg itu terhampar di atas permukaan tanah, berkilauan memantulkan sinar matahari. Namun saat itu laporan penelitiannya dianggap tidak berguna dan selama bertahun-tahun tertumpuk begitu saja di dalam perpustakaan di Belanda.

Lebih dari 20 tahun kemudian, pada 1959, sebuah perusahaan tambang asal Amerika bernama Freeport Sulphur sedang berada di ambang kebangkrutan karena gerakan nasionalisasi besar-besaran yang terjadi di Kuba. Pada saat itu, memang Kuba adalah sumber pemasukan (atau lebih tepatnya daerah jajahan) Freeport Sulphur. Namun sejak 1959 Fidel Castro berkuasa, beliau menasionalisasi seluruh perusahaan asing di negeri itu, dan Freeport terancam bangkrut karenanya.
Pada saat yang bersamaan, Jan van Gruisen, seorang direktur pelaksana di East Borneo Company yang juga sedang mencari sumber kekayaan alam yang baru, menemukan sebuah catatan penelitian milik Jean Jaques Dozy, yang sudah berdebu karena tak tersentuh selama 20 tahun. Ya, catatan penelitian tentang Ertsberg di Papua Barat.

Van Gruisen kemudian menceritakan hal tersebut pada CEO Freeport Sulphur, Forbes Wilson, yang ternyata sangat antusias mendengar laporan tersebut. Dan begitulah, sejak saat itu Freeport Sulphur mempertaruhkan semuanya pada sebuah gunung bernama Ertsberg, Papua Barat di sebuah daerah sengketa antara Belanda dengan negara yang baru merdeka bernama Indonesia.

Selama beberapa bulan setelahnya, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ertsberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar.

The largest outcrop of base metal in the world.

Dalam penelitiannya, Wilson menemukan, ternyata selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut juga dipenuhi bijih emas dan perak. Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama Gunung Emas, bukan Ertsberg (gunung tembaga). Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dan dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun sialnya, lagi-lagi Freeport Sulphur menemui kejadian yang mirip dengan apa yang terjadi sebelumnya di Kuba. Pada saat itu Indonesia sedang dipimpin oleh seorang nasionalis garis keras layaknya Fidel Castro yang mengusir mereka dari Kuba. Orang yang bernama Soekarno. Sama seperti Fidel Castro, Soekarno menolak mentah-mentah rencana Freeport Sulphur dengan menyatakan bahwa jika Freeport Sulphur ingin masuk ke Irian Barat maka 60% hasil penambangan mereka diserahkan kepada Indonesia.

Pada saat itu Irian Barat sedang menjadi daerah sengketa antara Belanda dengan Indonesia, dimana akhirnya dengan bantuan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, Indonesia memenangkan sengketa tersebut. Dan untuk sesaat, Freeport Sulphur tidak dapat menginjakkan kaki di tanah air.

Semua berubah setelah terjadi konspirasi besar-besaran antara kematian John F Kennedy, Soeharto, CIA, dan Freeport, seperti yang dimuat dalam artikel Lisa Pearse yang berjudul 'JFK, Indonesia, CIA, and Freeport Sulphur' (cari aja di Google). Setelah drama penembakan John F. Kennedy, Augustus C. Long, seorang direksi Freeport Sulphur menjadi tokoh kampanye calon presiden pengganti, Presiden Johnson. Dan setelah Presiden Johnson berkuasa, Augustus C.Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri.

Dengan posisinya, Augustus C. Long dengan mudah memberi pengaruh untuk menghentikan kengototan Soekarno. Dengan menggunakan Jenderal muda bernama Soeharto sebagai boneka, akhirnya Soekarno pun berhasil digulingkan. (Gitu sih menurut si penulis 'JFK, Indonesia, CIA, and Freeport Sulphur', bersumber dari bukti-bukti telegram milik CIA.)

Singkat cerita, setelah berhasil menggulingkan Soeakarno, Soeharto yang mengambil alih jabatan presiden di Indonesia kemudian mengeluarkan Undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) pada 1967. Dan bisa ditebak, setelah undang-undang itu diresmikan, perusahaan asing pertama yang masuk adalah Freeport Sulphur. Dengan undang-undang itu Freeport Sulphur bisa masuk ke Indonesia hanya dengan membayar royalti 1% dari hasil tambang mereka. Dari situlah akhirnya Freeport Sulphur berkuasa selama lebih dari 30 tahun, sampai saat ini.

Mirip-mirip seperti yang terjadi di tempat penambangan yang diceritakan Om Wayan. Dan mungkin masih ada ratusan lagi di seluruh Indonesia, yang kita nggak tau.

Inilah kenapa menurut saya kita sama sekali belum merdeka. Jaman modern gini sih penjajahan kolonialisme ala Belanda sudah ketinggalan jaman. Bedanya kalau jaman dulu Belanda mengambil rempah-rempah begitu saja dari Indonesia, jaman sekarang negara-negara asing mengambil 99% sumber daya alam kita, dan mengembalikan 1% sisanya sebagai kamuflase seolah-olah mereka mengakui kemerdekaan kita.

Iya, cukup satu persen, dan Indonesia sudah kegirangan. Saya sering bayangkan para petinggi negara-negara asing bilang "MERDEKA? BERDAULAT? Okay, i tell you what you wanna hear. Toh 99% sumber daya alam kalian tetep jadi milik kami".

Lantas kenapa pemerintah masih saja selalu memberikan hak eksplorasi kepada perusahaan asing? You know lah jawabannya. Alasan utamanya adalah karena negara kita belum mampu melakukannya sendiri. Alasan yang konyol memang. Sudah 35 tahun sejak Freeport berada di Indonesia, dan negara ini masih saja 'belum mampu'. Yang awalnya di Tembagapura ada gunung emas, sampai sekarang gunung itu hilang dan berubah menjadi lubang yang sangat besar, kita masih saja 'belum mampu'.

Alasan kedua, karena jika perusahaan asing keluar dari Indonesia, maka akan mempengaruhi stabilitas ekonomi di Indonesia. Apa benar begitu? Faktanya, negara mendapatkan pemasukan dari Freeport sebesar 5 Triliun per tahun. Ditambah benefit lainnya seperti pembangunan infrastruktur di Papua, sebesar 2,4 Triliun per tahun. Maka seandainya Freeport pergi dari Papua, maka negara ini akan kehilangan pemasukan Rp 7,4T per tahun. Apakah itu sebuah nilai yang cukup besar? Sama sekali enggak, jika melihat APBN 2013 yang mencapai Rp1.507,7 T. Sebagai perbandingan, nilai Rp 7,4T per tahun itu hanya setengah dari besarnya laba salah satu Bank BUMN dalam 1 tahun. Jadi nggak masuk akal kalau perginya Freeport dari Indonesia akan mengganggu stabilitas ekonomi negara ini.

Alasan ketiga, dampak sosial pada masyarakat. Akan ada banyak sekali orang yang kehilangan pekerjaan. Itu juga sebenernya masalah sepele. Cukup dengan manajemen transisi antara perusahaan asing yang lama dengan perusahaan nasional yang baru. Atau lakukan apa yang pernah dilakukan oleh Fidel Castro, nasionalisasi, beli perusahaan asing tersebut. Dengan 99% hasil bumi yang tadinya dijarah pihak asing menjadi milik negara, hanya butuh 3 tahun untuk balik modal.
Jadi sebenarnya apa yang membuat pemerintah nggak bergerak menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing tersebut? Satu metode penjajahan modern lainnya: HUTANG NEGARA. Masalah klasik. Sama seperti ketika Amerika mengancam akan menghentikan pinjaman kepada Indonesia jika tidak melepaskan Timor Leste pada 2002 lalu.

See? Bukti bahwa negara kita sama sekali belum merdeka.

Sebenernya masih banyak lagi hal-hal yang membuat saya berani bilang bahwa kita masih dijajah. Misalnya masalah ketergantungan impor bahan makanan, minyak bumi, dan hasil pertanian. Masalah trend di Indonesia yang dipaksa berkiblat dari negara-negara besar yang menjadikan negara ini sebagai potensi pasar yang sangat konsumtif. Masalah sumber daya manusia yang dibajak negara-negara lain. Dan masih banyak lagi.

Andai Indonesia punya Soekarno atau Fidel Castro baru.

Andai Indonesia berani mengembargo diri sendiri layaknya Korea Utara atau Papua Nugini.

Andai Indonesia punya egoisme seperti Amerika Serikat yang memiliki cadangan minyak bumi terbesar kedua di dunia tapi tidak mau melakukan ekspor minyak, namun malah mengimpor (dan menjarah) dari Timur Tengah.

Okay, posting ini udah cukup panjang untuk bikin bosen.

Jadi intinya, gue cuman pengen bilang, berapa banyak manusia-manusia cerdas di ibu kota yang peduli? Berapa banyak eksekutif-eksekutif muda berdasi di jakarta yang peduli masalah-masalah negara yg mendasar seperti ini?

Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin? You know what, Jakarta memang tempatnya orang gede, pusat kontrol negara ini. Dan kami, the rest of us, berharap pada kecerdasan kalian yang ada di pusat negara ini untuk memerdekakan kami. Bukan cuma mengurusi nongkrong di cafe cari wifi gratis. Oh God, saya benci iklan operator nggak mendidik itu -__-

Okay, saya sentimen. But thats the truth. Nggak heran kalau di forum-forum bawah tanah banyak wacana tentang daerah-daerah di indonesia yang pengen melepaskan diri dari NKRI. Wajar, karena jika dihitung-hitung, Gunung Emas Papua (yang sekarang sudah hilang) itu bernilai delapan kali kekayaan negara Indonesia, tapi masyarakat di sana nggak merasakannya sama sekali.

When it happen, you may think that we're not responsible.

But we are.
Monday, August 26, 2013


Awalnya posting ini gue tulis untuk mereply comment dari bung Prabowo Murti di posting sebelumnya. Tapi karena omongan gue jadi ngalor-ngidul, jadi sekalian gue jadikan posting baru. Thanks komennya bung..

Bung Bowo, gue setuju tentang masing-masing Mobile OS punya kelebihan dan kekhasan masing-masing.

Blackberry punya kelebihan di UI yang user friendly, bahkan emak-emak gaptek pun fasih menggunakannya. iOS punya keberanian menjaga kualitas, sementara Android menjanjikan kebebasan. Windows Phone mungkin juga punya kelebihan lain - entah apa itu.

Ngomong-nomong tentang HTML5, memang Windows Phone dan Android sama-sama sudah mensupport bahasa pemrograman yang satu ini. Namun sampai saat ini belum ada yang berani membuat aplikasi yang wah. Karena harus diakui, biar bagaimanapun kecepatan aplikasi HTML5 masih sangat bergantung pada koneksi internet. Bahkan perusahaan sekelas Facebook atau Yahoo pun hanya berani membuat aplikasi HTML5 yang ecek-ecek di Android, agar tetap dapat diakses oleh pengguna yang memiliki bandwidth kecil sekalipun.

Kalo ngomongin pemrograman web lebih jauh, memang untuk saat ini pemrograman web masih dipandang sebelah mata dan dianggap tidak mampu bersaing dengan bahasa native. Paradigma "web hanya bisa dibuka dari browser", atau "web tidak dapat dibuka jika tidak ada OS (menggunakan bahasa native)" memang masih berlaku. Saat ini web masih berada di dalam OS, karena bahasa native memang lahir duluan. Senioritas gitu deh.

Ada beberapa senjata utama yang digunakan bahasa native untuk mengalahkan pemrograman web, antara lain:
1. Aplikasi menjadi satu kesatuan, bukan kumpulan halaman-halaman yang saling tertaut.
2. Desain yang nggak kaku, sementara web kebanyakan kotak-kotak dan nggak fleksibel.
3. Kecepatan processing lebih baik karena dilakukan secara lokal.
4. Kemampuan memproses grafis 2D maupun 3D dengan lebih baik.
5. Akses ke media penyimpanan lokal.
6. Akses ke perangkat keras lokal.

Dalam pikiran gue yang absurd, sebenernya semua faktor itu bisa ditandingi dengan:
1. Web dengan halaman-halaman bertaut itu dinosaurus, sekarang sudah ada AJAX. Gue masih ingat skripsi gue semasa kuliah dulu, image viewer berbasis web dengan tampilan persis sama dengan Adobe Image Viewer. Folder tree, thumbnail mode, list mode, bahkan image editing. Tanpa page refresh sama sekali. Dan waktu presentasi nggak ada yang nyadar tuh kalo mereka sedang menatap sebuah browser web yang ditampilkan fullscreen
2. Sekarang jamannya CSS3 loh, sudah ada syntax border-radius :p JQuery juga sudah makin canggih, belum lagi banyak framework-framework animasi dari javascript lain yang membuat animasi menjadi hal yang mudah dilakukan di web.
3. Full support bagi Javascript untuk client-side processing dapat memproses task sama cepatnya dengan bahasa native.
4. Penggunaan webGL dapat menggantikan DirectX, OpenGL dan kawan-kawannya untuk mengolah grafis 3D. Bahkan lebih efisien, karena mendapat support dari server, bukan hanya client yang bekerja. Tunggu sampai Firefox meluncurkan game FPS 3D mereka (cek video Youtube di atas), pasti orang-orang akan mulai melirik 3D berbasis web.
5. Memaksimalkan Local Storage untuk berinteraksi dengan data-data lokal, dan pengguna akan memiliki database pribadi di media penyimpanan lokal mereka.
6. Untuk akses ke perangkat keras lokal, silakan tanya Google. Mereka sudah berhasil melakukannya di Chromium OS.

Okay realistis saja, sekarang browser adalah OSnya web programming. Web proggraming dibatasi hanya bisa berjalan di sebuah kotak kecil bernama browser. Andai saja aplikasi bernama browser diciptakan lebih dulu daripada GUI nya Apple II, pasti semuanya menjadi berbeda. Browser akan menjadi dasar dari komputasi. Manusia nggak perlu membeli hardware-hardware mahal untuk PC mereka. Nggak perlu ada persaingan Clock CPU, Memory, VGA dan lain-lain, cukup di server saja. Investasi untuk semua itu dialihkan menjadi investasi bandwidth yang supercepat. Andai semua itu terjadi, mungkin sekarang webcam-an di Omegle sudah menggunakan hologram 3D -_-


Suatu hari di masa depan, saya percaya pemrograman web bisa menjadi pemrograman dasar, dimana tidak ada lagi aplikasi bernama web browser, karena OS itu sendiri adalah sebuah hasil karya pemrograman web, dan bahasa native akan berjalan di dalam web. Memang pekerjaan berat, namun sudah mulai bermunculan bibit-bibit OS berbasis web, seperti Chromium OS, webOS, dan Firefox OS sendiri. Jadi, mari menjadi bagian dari revolusi teknologi, gunakan Firefox OS! :p
Thursday, October 4, 2012
Pengen jualan aplikasi mobile tapi nggak pede dengan persaingan di Google Play yang sudah terlalu crowded? Kesel sama App Storenya Apple karena seleksi yang terlalu ketat dan perfeksionis? Atau, setuju dengan saya bahwa Android nggak akan bisa mengeja sampai dengan huruf R?

Kalau iya, mari sama-sama mulai melirik satu hot seat di marketplace milik sistem operasi mobile untuk masa depan: Firefox OS. Cek di Youtube deh, pasti tertarik.

 Firefox OS

 Firefox OS, yang rencananya bakal release di kuartal 1 2013, akan digunakan pertama kali oleh produsen handphone terbesar keempat di dunia, ZTE. Dan kalau ZTE berani memasang harga miring seperti biasanya, saya berniat jadi salah satu konsumen pertama yang bermigrasi dari Android ke Firefox OS. Kenapa? Seperti hampir semua produk Google lain selain mesin pencarinya, ciri khas produk mereka adalah ide yang hebat namun disajikan dengan finishing yang payah. Dan saya termasuk pengguna yang agak kurang nyaman dengan filosofi open-source Google yang setengah-setengah. Firefox OS dijanjikan akan mengusung bahasa pemrograman paling familiar di jaman sekarang, yaitu HTML5, CSS dan Javascript, jadi logikanya bakal jauh lebih terbuka daripada Android.

Selain itu, menurut gue konsumen juga sudah mulai jenuh dengan Android yang mulai kehilangan karakter setelah versi Gingerbread mereka. Makin banyak versi Android dengan nama yang berbeda justru menyusahkan penggunaan sistem operasi tersebut. Padahal pengguna sudah cukup dibuat bingung dengan banyaknya device dengan spesifikasi hardware yang berbeda, user interface yang berbeda-beda, dan kompatibilitas aplikasi yang berbeda-beda pula untuk setiap device. Nampaknya hal itu masih akan terus berlanjut di Android Lime Pie dan versi-versi setelahnya. Sudah saatnya muncul sistem operasi baru yang belajar dari kesalahan-kesalahan Android itu. Dan yang paling menjanjikan adalah Firefox OS.


 Blackberry 10

Bagaimana dengan sistem operasi lain? Windows Phone sudah lama kehilangan kepercayaan dari pengguna. Hiburan jadi terasa kaku karena Microsoft menyajikannya dengan terlalu formal di Windows 8 ataupun Windows RT. Symbian? Terlalu kuno untuk smartphone jaman sekarang. Blackberry 10 yang rencananya juga dirilis awal tahun depan sepertinya lumayan menjanjikan. Tinggal bagaimana RIM bisa membawa Blackberry 10 keluar dari kotak, karena selama ini ketertutupan Blackberry. yang bertujuan untuk melindungi koneksi data agar tetap secure, hanya menghambat minat para developer untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi di sana.


Saturday, September 29, 2012

Walaupun gue lumayan suka baca fiksi tentang konspirasi, tek-teki, dan detektif, dari dulu gue nggak pernah tertarik sama cerita-cerita jadul macem Nancy Drew atau Sherlock Holmes. Fakta bahwa Sir Arthur Conan Doyle menulis Sherlock Holmes pada akhir tahun 1800an menguatkan alasan untuk nggak perlu membaca novelnya. Gue pikir teka-teki dan misteri pada jaman segitu sudah pasti nggak akan relevan lagi di jaman modern begini. Jamannya Sir Arthur, Alfred Hitchcock, dan Agatha Cristie sudah berakhir. Sekarang jamannya Dan Brown.

Gue juga nggak pernah respek sama serial TV berbau crime scene macem The X-Files atau CSI dan selusin spin-offnya. Buat gue sama saja dengan sinetron. Lebay dan terlalu exploitatif. Absurd.

Waktu di Jakarta minggu lalu, gue sempat nginep di lokalisasinya Purce. Malem minggu. Earth Hour. Gelap-gelapan di kamar berdua macem homo. Daripada bete, akhirnya si Purce nyetelin gue Sherlock. Waktu itu gue cuma tahu Sherlock itu adalah serial TV di BBC, salah satu dari sekian banyak remake dari kisah Sherlock Holmes. Waktu itu gue yakin remake yang ini pasti sama membosankan seperti remake yang sudah-sudah. Dan gue sedikit nggak percaya kalo Purce mau nonton sampah macem begini, karena gue tahu seleranya lumayan.

Ternyata gue salah.

Sherlock yang ini sama sekali bukan sinetron crime scene sampah ala Amerika. Jauh dari itu, serial ini ternyata kental dengan suasana Inggris yang elegan. Kehidupan masyarakat Inggris yang biasa, teka-teki dan misteri yang nggak 'maksa', drama emosionalnya juga nggak dibuat-buat. Dan satu yang gue salut, serial ini punya pemeran utama dengan karakter yang kuat, made me fell in love at the first sight, yeah. Haha. BBC always done great jobs. Serial TV terbaik sejak Smallville season 1 menurut gue.

Serial ini memang menceritakan tentang kisah Sherlock Holmes, si detektif yang super populer itu. Tapi sudah dimodernisasi. Kalau Sherlock Holmes tahun 1887 selalu bawa-bawa cerutu dan kaca pembesar dengan lensa dan gagang, Sherlock yang sekarang sudah pakai nikotin patch dan magnifier yang berbentuk slide. Dan yang pasti hanya sesekali jaket coklat tebal dan topi konyol bermuka dua nongol di kepalanya. Diganti dengan blazer panjang sampai mata kaki dan syal biru gelap.

Untuk ceritanya, rata-rata casenya masih sama dengan cerita Sherlock Holmes yang dulu. Cuman dimodifikasi di sana-sini. Kisah "Study in Scarlet", misalnya. Di sini dimodifikasi menjadi "Study in Pink". Lebih funky. Alur besarnya musuh utama masih tetap Profesor Moriarty, namun digambarkan lebih psikopat, lebih gila, dan lebih gaul.

Dan uniknya, satu season di serial ini hanya berisi 3 episode. Aneh. Tapi dengan begitu kualitas tiap episodenya tetap terjaga. Nggak seperti CSI dan kawan-kawan. Gue bilang sejauh kualitasnya hampir selevel sama film bioskop, namun dengan take ala mini seri.

Yang pasti, serial Sherlock ini jauh dari kesan kuno. Full of gadgets, malah. Gadget-gadget canggih dan arsitektur bangunan kuno ala Inggris, musik orkestra klasik, semuanya bercampur di serial ini. Ditambah dengan wajah khas Benedict Cumberbatch yang super cool, rasanya 6 episode dalam dua season itu bener-bener kurang :p
Friday, April 6, 2012


Menurut IT Pro Portal Instagram akan mampir Windows Phone dulu sebelum ke Android :((

Huh, padahal gue sudah berbulan-bulan nunggu sejak Instagram resmi mengumumkan akan muncul di Android. Sampe sekarang nggak muncul-muncul, eh ternyata sekarang malah Windows Phone menyerobot duluan. Dasar Microsoft, pinter aja ngelihat peluang bagus. Gue yakin banget Microsoft membayar mahal Instagram buat mendahulukan pengembangan Instagram pada Windows Phone daripada Android. Dengan begitu pamor Windows Phone bisa sedikit terdongkrak dari pengguna yang tertarik dengan Instagram for Windows Phone. Maklum, sampai saat ini Instagram masih eksklusif hanya sebagai aplikasi iPhone. Fyuhh, bakal nunggu lama lagi deh..
Sunday, January 22, 2012


You know what, buat saya hal yang paling menarik untuk ditunggu di 2012 adalah bangkrutnya RIM sebagai satu-satunya penyedia layanan blackberry di dunia :p

Saya agak geli melihat tingkah salah satu atasan saya di kantor. Sekitar 6 bulan lalu, saya masih inget banget si bos selalu bilang "saya nggak tertarik pakai blackberry! Saya punya ym, gtalk, dan sms untuk berkomunikasi" Okay, saya maklum, rata-rata orang IT yang belum pernah pakai bb pasti ngomong gitu. Saya cuma bilang dalam hati, tunggu saja sampai anda punya satu. Karena memang sudah hukum alam, ketika seseorang mulai bilang nggak butuh bb dan membanding-bandingkannya dengan ym, gtalk, atau messenger2 mobile lain, itu artinya dia mulai tertarik dengan bb :p

Dan benar saja, saat akhirnya si bos takluk pada layanan smartphone itu, tiba-tiba saja grup bbm kantor yang biasanya adem-ayem mendadak menjadi ramai - dan sedikit menyebalkan. Bagaimana tidak, kemarin siang di grup itu tiba-tiba saja muncul lebih dari 20 groupchat baru dengan judul sesuai kerjaan yang belum selesai di kantor. Haha, big "thanks" to bb, sekarang kemanapun saya pergi, kerjaan kantor selalu menguntit di dalam kantong saya..

Yah gue tau, jaman sekarang semua pekerja pasti mengalami hal yang sama. Tonton aja video liputan Peter Wall dari stasiun TV CBC di atas, yang judulnya "Indonesia, Blackberry Nation". Ceritanya tentang Indonesia yang terus tumbuh menjadi pasar Blackberry nomor 1 di dunia. Yah, perusahaan Research In Motion yang profitnya sedang terjun bebas di seluruh dunia itu masih bisa bertahan karena menemukan harta karun di tempat yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya. Siapa sih yang pernah menyangka, Indonesia, negara berkembang yang cenderung miskin dan gagap teknologi, ternyata mampu menjadi pasar nomor satu di dunia untuk RIM.

Tonton aja deh videonya, di sebuah restoran yang berisi 52 orang, ternyata terdapat 42 blackberry disana. Dan ada yang lucu saat si reporter berburu blackberry di sebuah Sekolah Dasar. Di satu kelas yang berisi 42 anak berumur 12an tahun, ternyata lebih dari 50% menggunakan blackberry. "I couldn't believe this" kata si reporter, karena bahkan di negara sekonsumtif amerika saja, pengguna blackberry hanyalah orang-orang kantoran. Jadi memang nggak salah kalau mereka sebut kita Blackberry Nation :D

Dan seiring fakta bahwa laba RIM sedang anjlok hingga 71% di kuartal ketiga 2011 dan terus turun sampai awal tahun, bukan nggak mungkin RIM mengalami kebangkrutan dalam beberapa tahun ke depan. Bukannya sok tahu, sebagai buruh perangkat server di kantor sedikit tidaknya gue ngerti bahwa bisnis layanan server seperti jaringan blaackberry itu membutuhkan uang yang sangat-sangat besar. Dan jika laba RIM turun sebegitu drastisnya, (bayangkan, 71%!!) wajar saja kalau gue membayangkan bahwa suatu saat RIM benar-benar nggak mampu membayar biaya operasional server-servernya.

Dan ketika itu terjadi, gue penasaran, gimana ya dampaknya pada negara kita, si Blackberry Nation? Hehe, gue nggak sabar melihatnya >:)
Saturday, January 7, 2012
Dude, get ready for this hot stuff!

Akhir tahun kemarin Apple akhirnya resmi memperkenalkan Mac OS generasi berikutnya. Melanjutkan generasi sebelumnya, nama Mac OS yang baru ini masih diambil dari taksonomi hewan dari family Felidae (bangsa kucing). Setelah sebelumnya telah ada Mac OS Kodiak, Cheetah, Puma, Jaguar, Panther, Tiger, Leopard, dan Snow Leopard, maka Mac OS baru ini diberi nama Lion.

Mac OS X Lion yang memiliki versi 10.7 ini baru akan direlease pada Juli 2011 nanti sih. Tapi screenshotnya sudah dapat dilihat di situs resmi Mac.

Nampaknya Lion membawa perubahan yang cukup berarti pada interfacenya dibandingkan versi sebelumnya Snow Leopard yang hampir tak berubah dari versi Leopard. Seperti yang disebutkan pada situs resminya, mereka mengambil keunggulan dari Mac OS dan membawanya ke iPhone. Kemudian keunggulan iPhone Dikembangkan ke iPad. Dan kini, keunggulan yang dimiliki iPad akan kembali ke Mac dan diterapkan Mac OS X Lion.


Berikut fitur-fitur baru pada Lion yang telah dijanjikan oleh Apple:

Launchpad/Springboard



Persis seperti Home Page milik iPad, Launchpad ini memberikan akses langsung ke aplikasi. Dengan teknologi multitouch trackpad khas Apple, kita cukup melakukan swipe untuk berpindah halaman launchpad.


AppStore


Seperti yang sedang marak di sistem operasi portabel, Mac Lion membawa fitur AppStore. Di sini kita dapat berbelanja aplikasi langsung dari sistem operasi kita.


Native Fullscreen Apps


Di iPad, semua aplikasi berjalan fullscreen efektif memenuhi seluruh layar. Dengan Mac OS X Lion, aplikasi didesain untuk digunakan benar-benar fullscreen tanpa diganggu oleh titlebar, menubar, maupun dock.

Mission Control


Pengaturan Spaces yang lebih rapi dan terperinci (lihat sendiri gambarnya :p).


Dan (katanya) masih banyak fitur baru lain yang akan dikembangkan selanjutnya.
So d
ude, get ready for this hot stuff! ('dude' refers to hackintoshers, not Mac Lovers :D)

Thursday, January 27, 2011

Sungguh, saya jauh lebih suka melihat orang membanggakan dirinya sendiri (a.k.a narsis) di Facebook, daripada melihat orang bergunjing di twitter :D

Sebelumnya, tulisan ini hanya IMHO alias opini pribadi saya :D

Hari ini ternyata layanan BB masih bisa digunakan, alias tidak diblok, horee! Yap, seperti yang kita ketahui, sejak awal januari lalu, pemerintah melalui menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan akan melakukan blokir terhadap layanan blackberry jika layanan ini gagal memenuhi syarat2 yang diajukan oleh pemerintah dengan batas waktu tanggal 21 januari kemarin.

Dari sekian banyak syarat, salah satu yang paling kontroversial adalah isu tentang filter konten pornografi yang belum ada di jaringan blackberry. Hal ini banyak ditentang oleh media-media dan masyarakat banyak. Sebabnya adalah: sebegitu pentingnya kah filter pornografi sampai harus memblokir layanan bb jika tidak dipenuhi? Lantas bagaimana nasib pengguna layanan bb, yang benar2 membutuhkan layanan tersebut untuk bekerja? Seperti yang kita ketahui, bb sudah menjadi alat pendukung pekerjaan yang sangat efektif untuk kalangan tertentu. Logikanya, berapa persen sih pengguna yang mengakses pornografi lewat bb? Masa iya beli bb cuma untuk akses pornografi, kan lebih enak mengakses dari komputer.

Penolakan demi penolakan gencar di media-media. Pengguna forum-forum internet, jejaring sosial, ramai-ramai menghujat Tifatul sebagai menteri yang konyol, arogan, asal-asalan. Di twitter, akun tifatul sendiri banyak dimention para pengguna yang sebagian besar mengecam, mencemooh, mencaci maki, bahkan menggunakan namanya sebagai lelucon.

Saya pribadi merasa kasihan sekaligus salut kepada Tiftul yang berani ditertawakan karena kebijakan kontroversialnya. Saya juga heran akan banyaknya orang yang mencari pembenaran untuk menyalahkan sebuah niat baik yang jelas2 sesuai dengan agama dan hukum.

Hei, ada apa dengan kalian para generasi muda Indonesia? kenapa kalian menertawakan niat baik untuk memblokir pornografi? Tidak tahukah kalian betapa berbahayanya pornografi bagi generasi muda? Ataukah berkomentar hanya karena ikut arus, latah? Memang kebijakan Tifatul yang seolah tebang pilih, tapi bukankah satu tindakan kecil lebih berarti daripada seribu kata-kata tanpa aksi. Lihat diri kita sendiri, tindakan nyata apa yang telah kita lakukan, selain menghujat dengan alibi kebebasan berpendapat?


“Pornografi kan bukan isu yang mendesak”

Jika pornografi bukanlah isu penting dan mendesak, sekarang kita ingat-ingat bersama-sama. Adakah teman, saudara, atau orang yang kita kenal mengalami 'kecelakaan' hamil di luar nikah? Saya yakin kalian pasti mendapatkan setidaknya satu nama. Sekarang, renungkan baik-baik, tanya pada hati kita, pantaskah kita menganggap sepele isu pornografi, yang jelas-jelas sudah mengakar di generasi muda kita. Pantaskah kita mencari-cari alasan dan pembelaan untuk menghujat? Tidak.


“masa iya nonton b*kep lewat bb?”

Banyak orang berpikir, masa iya mengakses pornografi lewat bb? Sedikit cerita dari saya. Di komunitas rekan2 saya di bbm, ada satu grup yang dibuat khusus untuk sekedar sharing konten dewasa, seperti gambar, link video, ataupun joke2 vulgar. Istilahnya grup sampingan lah, grup untuk rileks selain grup resmi yang digunakan untuk membahas pekerjaan. Dan nggak jarang pula grup ini digunakan untuk share masalah prostitusi seperti nama, alamat, no telp kegiatan prostitusi. Bisa dilihat kan fungsi ganda bb. Bisa untuk bekerja dan 'rileks' sekaligus. Itu baru komunitas sekitar saya. Tak terbayangkan jika teman atau anak anda yang masih di bangku sekolah mengikuti grup semacam itu dan mendapatkan konten seperti itu.

Ah, sebenarnya itu kan tergantung orangnya. Kalo orangnya baik ga bakal akses pornografi. Apalagi lewat bb.

Anda bisa berkata begitu pada orang dewasa. Tapi bagaimana dengan anak2 anda? Coba kita ingat lagi kata bang napi yang sering muncul di TV. "Kejahatan bukan cuma krn ada niat, tapi juga krn ada kesempatan". Dengan fasilitas semudah itu, siapa yang bisa tahan godaannya!

Yang ingin saya sampaikan adalah, mari gunakan hak bebas berpendapat dengan dengan bijak, jangan sekedar ikut-ikutan. Mari bersama-sama menjadi pengamat yg cerdas, demi generasi muda bangsa ini.

Panjang amat yak, jd males bacanya :p

Monday, January 24, 2011





Pernah nonton film Jumper? Itu tuh, film tentang orang-orang yang bisa teleporting alias pindah-pindah ke tempat lain seenak jidat. Si orang itu tinggal merem sambil berpikir tentang suatu tempat, dan sim-salabim, dia teleporting ke tempat itu! Nggak begitu booming sih filmnya. Ceritanya unik, sayang produksinya nggak maksimal. Harusnya bisa dibikin lebih wah.


Mungkin nggak banyak yang tau, di dunia nyata juga ada jumper-jumper kaya gitu. Iya, yang suka lompat-lompat dari tempat satu ke tempat lain dalam sekejap. Secara virtual tapinya, lewat 4sq alias Foursquare :p Foursquare juga menggunakan istilah Jumper untuk menyebut orang-orang yang doyan check-in di suatu venue, padahal di dunia nyata orang itu nggak benar-benar berada sana. Biasanya para jumper melakukan itu demi mengejar badge atau mayorship. Badge itu item-item yang bisa kita unlock dengan syarat-syarat tertentu. Sementara mayorship adalah tanda bahwa kita adalah mayor di suatu venue, yang bisa didapat dari seringnya kita check-in di venue tersebut. Harusnya badge dan mayorship itu didapat dengan cara check-in ke venue tersebut ketika kita secara nyata berada di tempat itu, sehingga badge dan mayorship didapat dengan susah payah keliling dan waktu yang lumayan lama. Tapi para jumper ini melakukannya dalam beberapa menit tanpa keluar kamar. Bayangin aja mayorship yang udah susah-susah sampai di tangan, tiba-tiba dicolong oleh jumper dengan mudahnya.

Sayangnya sampai saat ini tidak ada larangan dari 4sq untuk para jumper, hanya sekedar himbauan untuk tidak jumping terlalu cepat dari satu venue ke venue lain, atau hanya membuat tips jika benar-benar sedang berada di venue itu, dan beberapa hal lain. Wajar juga sih. Siapa sih yang peduli pada badge-badge langka dan musiman di foursquare, kecuali para jumper ini.

Sebenernya nggak semua jumper menyebalkan. Banyak komunitas jumper dunia yang rada sopan. Biasanya mereka jumping untuk mengincar badge, bukan mayorship. Biasanya mereka mengusung frase “you got the mayorships, we got the badges” atau semacamnya, dan nggak menyerobot mayorship orang. Tapi ada juga jumper yang menyebalkan, check-in check-in sana sini tanpa pandang bulu, ngambil mayorship sebanyak-banyaknya. Yang model begini biasanya jumper amatiran yang nggak punya komunitas, atau newbie komunitas yang kalo dianalogikan dengan hacking istilahnya ngerasa udah jadi hacker hebat padahal cuman script kiddie tanpa skill. Yang begitu tuh yang menyebalkan, udah nggak terhitung berapa kali aja aku berebut mayorship venue dengan orang asing yang itu-itu aja.


Jadi nggak usah heran kalau tiba-tiba ada orang asing check-in dan jadi mayor di kamar kita. Itu bukan hantu, itu cuma jumper :D
Friday, January 14, 2011
Lagi kesengsem sama video klipnya Yui, yang Goodbye Days. Huaa, cute! :p


(silakan di Fullscreen biar tambah dapet kesannya)

Lagu lama sih, OSTnya Taiyou no Uta (gak tau filmnya yang mana), video klipnya juga sudah tersimpan di lepi dari jaman batu, tapi ngga pernah kutonton. Males duluan denger nama Yui.

Tapi kemaren liat klip ini, en seketika kesanku terhadap Yui berbalik 180 derajat :p
Lagunya kereeenn!! Akustik, gitaran doank. Baca aja liriknya, bagus kann. Kalo ngga ngerti bisa baca versi inggrisnya :p
Tuesday, September 1, 2009


Tadi jalan ke Denpasar, ngadem di Mall gara-gara suntuk abiz di rumah. Hmm, benernya bukan gayaku, berlama-lama window licking di Mall kaya gini. Secara di Jogja mana pernah ada acara masuk Mall, ngga ada. Tapi kalo lagi di rumah sih, ok-ok lah, biar nggak ketinggalan-ketinggalan amad.

Huh, keliaran di Mall, jadi inget jaman-jaman SMA dulu. Hihi, dulu seh, biar kata Bali penuh objek wisata, tujuan jalan-jalan tetep ke Mall. Huhu. En sekarang, keliling-keliling lagi di Mall yang sama. Hmm, jadi keinget lagi, dulu pernah main gim basket di game center sini, dulu pernah makan di food court ini. Ahaha, jadi senyum-senyum sendiri deh..

By the way, ga tau deh di tempat lain, tapi kayaknya orang-orang denpasar lagi seneng-senengnya sama Jack Skellington. Sapa th Jack Skellington? Itu tuh, si tengkorak jelek karakter utama film Nightmare Before Christmas. Mulai dari baju, jaket, pernik-pernik macem gantungan kunci, pin, en so on, sampe aksesoris mobil, semuanya ada yang jual, ato ada yang pake. Heran deh, emang apa lucunya tengkorak ini.

Lagian, ini film kan jaduul banged, 15 tahun silam, heran kenapa baru muncul sekarang siy..

Tentang Nightmare Before Christmas, meskipun berupa animasi 2D, film keluaran tahun 1993 ini sebenernya bukan untuk anak-anak. Film ini lebih mengandung unsur gothic, gelap gitu deh. Huhu, saia suka yang kaya gini. Hitam dimana-mana.

Sebenernya dulu tertarik nonton film ini cuman gara-gara film ini filmnya Tim Burton. Sapa tuh Tim Burton? Doi tuh sutradara terkenal, kalo belum tau. Masternya film gothic dia. Filmnya apa aja? Banyak, banyak banged. Mau tau lebih lengkapnya, cari sendiri ya. Huhu, males cari referensi.

Sutradara favoritku tuh, Tim Burton, terutama kalo doi berkolaborasi sama Johnny Depp. Ada banyak tuh film mereka berdua, ada Edward Scissors Hand, Sleepy Hollow, Corpse Bride, Charlie and Chocolate Factory, en beberapa lagi.
Sapa lagi tuh Johnny Depp? Ga tau Johnny Depp,, mati aja. Hwkwkwk..

Balik lagi ke Nightmare, sebenernya Nightmare Before Christmas ini sempat dirilis ulang dengan format 3 Dimensi pada Oktober tahun lalu. Tapi perasaan, itu remake ngga sukses-sukses amad. Tapi anehnya si Jack nya malah jadi lebih tenar dari remake-nya sendiri. Hmm, tau deh kenapa banyak yang seneng, padahal ngga ada lucu-lucunya sama sekali ni karakter.
Monday, September 29, 2008
Akhirnya terjadi juga, Mancini pergi dari Inter. Bukan mengundurkan diri tapinya, melainkan selesai kontrak, alias dipecat. Well, ga tau alasan resminya kenapa Moratti, Presiden Inter, memecat Mancini. Kemungkinan doi dijadikan kambing hitam atas ketidakharmonisan para pemain di ruang ganti Nerazurri akhir-akhir ini. Huh, padahal gue sendiri, sebagai tifosi Inter, masih mengharapkan Mancini tetep di Inter, mengingat jasa Mancio yang gede membangkitkan kembali Nerazurri dari paceklik Scudetto sejak 1989 sampe 2006.

Ya udahlah. Yang terjadi biar terjadi. Sisi baiknya Inter kini dilatih oleh manajer edan Jose Mourinho, yang didaulat mengambil tempat Mancio. Dengan begitu, pemain-pemain kelas dunia yang juga sekutu Mourinho macam Lampard en Drogba kemungkinan bakal menyusul ke San Siro, markas Inter. Ujung-ujungnya Serie-A bakal rame lagi oleh bintang-bintang besar. Gitu deh. Walopun jeleknya, The Special One, julukan Mourinho, nggak diragukan bakal merombak besar-besaran skuad juara milik Mancio. Huh, sayang sih. Tapi, ya gitu deh, hidup emang datang dan pergi. Hahaha..

By the way, big applause to Mancini. We thank Mancio for the great five seasons he done with Inter..
Friday, May 30, 2008

Sejak Newcastle United resmi turun kelas jadi klub medioker, sejak itu pula gue berhenti ngikutin Liga Inggris. Terakhir pada season 2003/2004, saat masih ditukangi Sir Bobby Robson, klub ini hanya mampu finish di urutan 5 klasemen akhir Premier League. Setelah itu performa The Magpies terus merosot, dan dampaknya gue jadi males ngikutin perkembangan klub ini. Apalagi setelah sang legenda Alan Shearer resmi gantung sepatu dari klub ini. Meskipun Premier League digadang-gadang sebagai kompetisi sepak bola terbaik di dunia, gue tetep ogah ngikutin. Cukup tahu sekilas aja. Maklum, siapa sih yang rela melihat klub favoritnya berkompetisi hanya untuk menghindari jurang degradasi.


Heran aja, gimana pemain-pemain dengan nama besar keluar masuk klub ini pun belum cukup untuk mengangkat performa klub ini. Michael Owen, Solano, Luque, Craig Bellamy, Shola Ameobi, Alan Smith, Martins, Damien Duff, Dyer, Mark Viduka, Geremi, Emre, Boumsong, dan pemain-pemain berpengalaman lain seolah datang dan pergi dengan mubazir. Entah apa yang salah dengan klub ini. Mereka selalu bermain tanpa karakter.


Well, ketika kabar bahwa pelatih kawakan Kevin Keegan akan kembali ke Newcastle untuk menangani klub ini, fans Newcastle menyambutnya dengan penuh harap. Maklum, Keegan adalah pelatih tersukses yang pernah menangani Newcastle. Keegan-lah yang menyulap Newcastle United menjadi klub besar di pertengahan 90'an. Dan kini, publik Newcastle kembali berharap sentuhan Keegan akan membawa keajaiban kembali pada klub ini.


Kini, kepemimpinan Keegan mulai berbuah. Hasil 2 kali kalah pada 2 partai pertama Keegan bersama Newcastle hanyalah permulaan. Setelahnya Newcastle tidak pernah kalah dalam 4 pertandingan. Satu kali seri dan tiga kemenangan impresif berurut 2-0 atas Fulham, 4-1 atas Tottenham Hotspurs, dan 3-0 atas Reading akhir minggu kemarin, menunjukkan kemajuan pesat di klub ini.


Agaknya Keegan tahu pasti how to deal dengan potensi yang dimiliki klub ini. Dengan punggawa-punggawa sekelas Michael Owen, Obafemi Martins, Mark Viduka, dan Alan Smith, tidak ada alasan bagi klub ini untuk tidak mencetak banyak gol. Persis seperti karakter kepelatihan Keegan selama ini, Attacking is the first defenses.


Baiklah, mungkin masih terlalu cepat untuk berpesta. Tapi nggak ada salahnya bersikap optimis, kan? Saatnya berkata: Newcastle telah kembali! :)
Thursday, April 10, 2008

Masih tentang Inter..

Usai kekalahan dari Liverpool 0-1 rabu lalu, manajer Inter, Roberto Mancini angkat bicara. Bukan soal kekalahan itu, tapi tentang jabatannya sebagai pelatih di Inter. Yup, dia berencana untuk segera angkat kaki dari Inter. Mancio meminta permohonan untuk meninggalkan klub dalam satu dua bulan ke depan, untuk memberikan waktu pada klub ini untuk mencari pelatih baru. Menurutnya, keputusan itu nggak ada hubungannya dengan tersingkirnya Inter dari Liga Champions. Namun Mancio enggan menjelaskan kenapa ia mengambil keputusan tersebut. Hmm, agaknya bosan sudah ia merajai Serie A. Pelatih yang menukangi Inter sejak 2004 tersebut sampai saat ini telah memberikan 2 gelar scudetto, 2 gelar Copa Italia, dan 2 gelar Super Copa Italia. Namun, nggak satupun gelar bergengsi Eropa diraihnya.
Pihak Inter sendiri belum memberikan komentar resmi soal pengunduran diri Mr. Mancini.

Tapii...
Tenang, tenang saudara-saudara Internisti se-Tanah Air. Masih ada lanjutannya..
Namun kamis 13 Maret lalu, Mancini, melalui presiden Inter Massimo Moratti menyatakan bahwa ia membatalkan keputusannya mengundurkan diri sehari sebelumnya.
Entah apa yang terjadi di ruang rapat, tapi begitu Mancini keluar dari ruangan setelah bertemu Moratti, pikirannya telah berbalik 180 derajat. Ia berkata akan tetap bertahan dan bertekad mempersembahkan Trofi Liga Champions musim depan.
Hmm, aneh..
Friday, March 14, 2008


Waaw..

Kereen. Foto di atas adalah foto perayaan 100 tahun Inter di Giuseppe Meazza, markas besar Inter, yang dipajang di situs resminya. Foto yang bener-bener keren, nuansa epiknya begitu terasa. Spirit sepakbolanya begitu terasa, begitu dekat hubungan antar elemen. Pemain, pelatih, ofisial, dan pemilik klub terlihat begitu menyatu dengan supporter. Begitu bersahabat. Kedekatan yang patut dicontoh.


Di depan ada Mr. Moratti dan keluarga -termasuk anjingnya- yang sedang tersenyum. Sebagai presiden tak resmi (Presiden resmi Inter masih dipegang Almarhum Giacinto Fachetti, meninggal tahun lalu) sekaligus pemilik klub, mereka menempati bagian depan barisan. Di tengah-tengah ada barisan para pemain Inter, mulai dari tim utama di bagian depan, dan primavera serta junior-junior mengikuti di belakangnya. Barisan pemain diapit oleh barisan ofisial-ofisial Inter, termasuk sang pelatih Mr. Mancini dan asistennya, Mr. Mihajlovic yang berdiri di depaan barisan. Dan semua itu dilatari oleh Stadion Giuseppe Meazza yang megah dan penuh supporter beratribut biru-hitam di bagian kiri - kanan, sementara supoporter beratribut merah putih hijau yang membentuk Scudetto berada di tengah-tengah kerumunan biru-hitam.

Kesan epik namun begitu ramah dan bersahabat. Jadi kepikiran, mungkin nggak ya, suatu saat SBY-JK, atau siapalah presiden RI kelak, dan para petinggi berfoto bersama rakyatnya kayak di atas gitu??

Haha..

Ralat posting sebelumnya, ternyata partai Liga Champions Inter-Liverpool baru akan digelar nanti malam, karena midweek lalu stadion San Siro digunakan untuk menggelar partai AC Milan vs Arsenal. Sekedar tambahan, di partai nanti malam Inter harus mengalahkan The Reds dengan selisih tiga gol untuk dapat lolos ke perempat final, sekaligus menggagalkan kemungkinan Premier League mebuat sejarah baru meloloskan empat tim dari liga yang sama ke perempat final Liga Champions. Pada midweek lalu, tiga klub Premier League yaitu MU, Arsenal, dan Chelsea udah melaju ke perempat final. Hmm, pekerjaan berat buat Inter yang membawa nama Italia dan Lega Calcio, yang baru meloloskan satu tim yaitu AS Roma, setelah AC Milan dipukul skuad muda Arsenal.
Tuesday, March 11, 2008

Inter kalah lagi, akhir pekan lalu. Kekalahan pertama dalam satu tahun belakangan di Serie A. Dipermalukan Napoli 1-0 akibat blunder fatal Julio Cesar. Huh, hasil yang jelek lagi oleh Inter, memperpanjang hasil buruk dalam 3 pertandingan sebelumnya. Dalam 2 minggu, Inter menerima dua kekalahan dan dua hasil imbang. 0-2 lawan Liverpool, 1-1 lawan Sampdoria dan AS Roma, dan terakhir kalah 0-1 dari Napoli. En bukan nggak mungkin hasil ini akan berlanjut saat menjamu Liverpool di Liga Champions midweek ini, yang notabene besok malam.

Nggak bisa disangkal sih, Inter lagi krisis. Begitu banyak pemain yang cedera, terutama di sektor belakang. Yang bikin lebih parah, sebagian besar pemain yang cedera memiliki posisi yang sama, centre back! Padahal terhitung Inter punya 7 orang di posisi ini. Begitu vital kan, dari tujuh centre back, yang siap main lawan Liverpool nanti cuma satu orang, yaitu Nicola Burdisso, centre back lapis dua yang notabene sering bikin kesalahan. Setelah dua hari sebelumnya Christian Chivu mengalami cedera, menyusul beberapa pemain starter yang udah cedera duluan.

Mulai dari Walter Samuel dan Ivan Cordoba yang harus absen sampai akhir musim, Materazzi yang terkena akumulasi kartu, Marco Andreolli, yang masih naik turun dari tim utama ke Primavera, dan Nelson Rivas, yang telah diplot menjadi menjadi wing back.

Dan krisis di sektor belakang itu diperburuk lagi dengan harus absennya wing back andalan asal Brazil, Maxwell, dan defensive midfielder Oliver Dacourt, selama beberapa minggu ke depan. Di lini depan, calon top scorer Serie A dan Liga Champions yang juga nyawa Inter Zlatan Ibrahimovic, serta partner utamanya, Julio Cruz yang cedera ringan menambah panjang deretan pemain yang harus absen.

Well, solusi yang mungkin dari keadaan ini hanyalah menarik ke belakang defensive midfielder Patrick Vieira yang notabene baru sembuh dari cedera untuk mengisi posisi centre back. Huh, saatnya berharap pada Vieira, yang dinobatkan menjadi pemain terburuk pada pertandingan melawan Sampdoria pekan sebelumnya. Yah, menarik buat ditunggu, ramuan apa yang akan diturunkan Mr. Mancini pada krisis seperti ini..
Tuesday, March 4, 2008
rei@2015