Site Meter
Versi Rapi
Gili Labak Jelek

Dari sekian banyak blog yang gue baca tentang Gili Labak, nggak ada satupun yang bilang tempat ini jelek. Well, apa bagusnya sih Gili Labak? Okay, pasirnya putih dan halus, lautnya punya gradasi turquoise dan biru, dan pantainya cukup landai untuk bermain air. Tapi nggak ada yang "wow". Disana gue lihat tumpukan sampah dimana-mana, semak-semak yang rusak karena dijadikan camping ground, populasi terumbu yang rusak. Belum lagi dua puluh (iya, dua puluh!)  kapal  berjejer-jejer melempar jangkar yang merusak terumbu dan memenuhi pulau sekecil itu dengan pengunjung sebanyak mungkin. Itu belum termasuk "snorkel set" yang hanya life vest dan masker, kapal penangkap ikan tua yang tanpa tangga, tanpa layar, tanpa atap, dan diisi penumpang sepenuh mungkin sampai overload. Semacam masyarakatnya belum siap untuk menjadi tuan rumah dari sebuah tempat wisata.  

Seinget gue, jaman-jamannya travelling belum seramai sekarang, gili labak itu destinasinya orang-orang setengah gila yang nggak puas dengan destinasi-destinasi mainstream yang gampang dicapai. Seinget gue dulu nyari kapal sewaan untuk menyeberang ke sana rada susah dan mahal. Well, thanks to facebook, instagram, path, dan sosial media lainnya yang bikin trend upload profile picture pas lagi travelling itu jadi wajib. Jadi makin banyak orang yang tetiba jadi "backpacker", yang membuat obyek-objek wisata alternatif jadi makin terekspose. Alhasil makin banyak yang tau, dan ujung-ujungnya akses transportasi lebih gampang dan budget jadi lebih ramah di kantong.

By the way, Gili Labak itu sebuah pulau kecil di selatan Madura. Saking kecilnya, dijamin kalian bakal kesulitan menemukannya di Google Maps.







Akhir-akhir ini Gili Labak memang sedang booming banget, setidaknya di sekitaran Surabaya, Sidoarjo, Malang. Wajar, pulau perawan mana lagi yang bisa dijangkau dari Surabaya hanya dengan budget 230ribu.


Rute yang biasa ditempuh untuk mencapai pulau ini adalah:
Surabaya --> Sumenep, Madura (Pelabuhan Kalianget) --> Gili Labak dengan kapal nelayan.



Sebenernya ada alternatif lain untuk start menyeberang dari Madura, seperti Desa Lobuk, Tanjung Saronggi, Desa Lombang, bahkan island hopping dulu ke Gili Raja atau Gili Iyang. Tapi kalo kamu mengandalkan transportasi umum dan budget seadanya di dompet, percaya deh, menyeberang dari Pelabuhan Kalianget merupakan pilihan yang paling bijak.


Untuk mencapai Pelabuhan Kalianget nggak susah. Dari Terminal Bungurasih Surabaya ada dua trayek bis yang menuju ke Sumenep. Trayek pertama, bus ekonomi Surabaya - Kalianget. Trayek ini menempuh kurang lebih 5 jam perjalanan, dengan tarif sekitar 35ribu, dan nyeberang ke Madura menggunakan ferry. Trayek ini mengantar langsung ke depan Pelabuhan Kalianget.

Trayek kedua, bus patas surabaya - sumenep. Karena patas, trayek ini lebih nyaman dari trayek pertama. Menyeberang ke Madura lewat Jembatan Suramadu, jadi bisa menghemat 1 jam perjalanan. Tarifnya sekitar 55ribu. Tapi konsekuensinya trayek ini hanya mengantar sampai Terminal Sumenep. Sementara dari terminal ke pelabuhan masih berjarak 15km dan harus ditempuh menggunakan ojek bertarif 30ribu.

Untuk sewa kapal nelayan, tenang saja, sekarang kapal nelayan selalu ada yang siap untuk disewa. Cari saja di penginapan-penginapan sekitar pelabuhan. Ada beberapa penginapan di sekitar pelabuhan yang mengkoordinir kapal-kapal nelayan ini, termasuk menyediakan snorkel set. Kita tinggal bayar 82ribu rupiah, ambil snorkel set, dan duduk manis nunggu dipanggil untuk berangkat.

Satu yang gue apresiasi dari penanganan wisatawan di Gili Labak ini, penduduknya nggak tricky. Setiap wisatawan yang akan menyeberang dihitung per kepala, bukan per grup. Para penduduk sekitar langsung menyiapkan snorkel set, mencarikan kapal, dan menyediakan tempat istirahat.
Jadi kalo grup kalian cuman 2-3 orang, atau bahkan dateng sendirian pun, jangan kuatir, tarifnya sama saja karena kapalnya digabung dengan grup lain.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Kalianget mulai sekitar pukul 3 pagi. Jadi berangkat jam 10 malam dari Terminal Surabaya merupakan ide yang bagus kalau kalian berencana menikmati sunrise dari tengah laut.

Di Gili Labak sendiri nggak banyak yang bisa dilakukan, selain snorkeling dan main-main di pantai sampai mabok. Maklum, apa lagi sih yang bisa dilakukan di satu pulau kecil dan terisolasi seperti itu. Kecuali kalian berniat untuk bermalam dan camping di sana, bisa jadi pemandangan langit malamnya dipenuhi bintang.

By the way, sedikit foto-foto gue kemaren.











Tuesday, August 4, 2015
Reactions:  ==>[ 0 reaction means 'awesome' ]
12 comments :
  1. wah boleh nih buat jalan jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak worth it jg sih kalo jauh-jauh dari jakarta cuman bwt ke gili labak :D

      Delete
  2. Bang bro , bisa kasih itin lengkap nggak ?

    ReplyDelete
  3. Bang bro , bisa kasih itin lengkap nggak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya itin sudah sy tulis semua di atas sis. Singkatnya ky gini:

      Start dari Terminal Bungurasih Surabaya:

      22:00 - 03:00 Bungurasih => sumenep via bus malam, lanjut ojek/angkot ke pelabuhan kalianget. Atau via bus ekonomi turun langsung di pelabuhan kalianget. Perjalanan 5 jam.

      04:00 - 06:00 Pelabuhan Kalianget Sumenep => Gili Labak via kapal nelayan. Perjalanan 2 jam.

      06:00 - 14:00 Snorkling, eksplore Gili Labak

      14:00 - 16:00 Balik ke Kalianget

      17:00 - 22:00 Kembali ke Surabaya

      Semoga membantu.


      Di sekitar pelabuhan kalianget banyak penginapan yg menyewakan snorkel set sekaligus kapal nelayan. Salah satunya penginapan Bu Rachmat, Jl Raya Pelabuhan No. 42A Kalianget, 082244655635/087850057594.

      Delete
    2. Estimasi biaya total berapa mas ...? Mending independen aja ato pake jasa travel mas...?

      Delete
    3. total 230ribu exclude makan n jajan.. Jalan sendiri aja gampang kok, tapi kalo nggak mau ribet ya pake jasa travel aja

      Delete
    4. bus nya sering ada gak? kira" dari kaliangetnya paling malem jam brapa busnya?

      Delete
    5. bus nya sering ada gak? kira" dari kaliangetnya paling malem jam brapa busnya?

      Delete
    6. @radistya gilang
      untuk bus patas paling malam sekitar jam 6 sore, start dari terminal sumenep, jadi musti naik angkot dulu dari kalianget ke terminal sumenep.

      Untuk bus ekonomi yang langsung dari kalianget saya kurang tau :D

      Delete
  4. Bro niat x gmana sih promosi apa jelek jelekin pulau.... gak nasionalis bgt... pfffftttt....! 👎👎👎

    ReplyDelete
  5. Kalian ingin merencanakan kegiatan camping / hiking, kami menyediakan banyak perlengkapan Camping - Hiking untuk di sewakan.

    Tenda dome isi 3-4 orang
    Carrier 60lt/80lt + Cover
    Tenda pramuka isi 10 orang
    Sleeping Bag (dacron/pollar)
    Nesting TNI
    Kompor portable
    Headlamp (LED)
    Lentera tenda (LED)
    EggHolder isi 12
    Flysheet
    Matras

    Info harga bisa di cek di Puncak Petualang No.1 di Sidoarjo


    Lokasi   : P. Sidokare Asri QQ.2, Sidoarjo - Jawa Timur
    SMS/WA  : 08563430171

    ReplyDelete

My Photo
Anywhere walker.
Small town minds.

Blog Archives