Site Meter
Versi Rapi
Kalo sekarang ada yang nanya "apa pencapaian terbesar kamu seumur hidup?", gue bakal jawab koding 1000+ baris dalam waktu kurang dari 24 jam. Sekian dan terima kasih.

Dan setelah 24 jam yang gila itu tiba-tiba muncul mood buat baca-baca Reading List di backpanelnya Blogger yang entah bagaimana nggak pernah gue sadari lagi keberadaannya. Itu artinya udah lama banget gue nggak blogwalking, dan iya, masih ada aja manusia-manusia gabut rajin yang tetep konsisten posting daily life mereka di blog. Padahal jaman now udah ada medsos yang lebih efektif untuk meraih simpati dan eksistensi instan.

Tapi buat sebagian orang blogging itu nggak melulu tentang eksistensi kan. For some people, its more to a hobby, or a therapy, or a self awareness, and a personal note to relive some special events or thoughts in life. Semacam lebih untuk konsumsi pribadi, sama untuk orang-orang yang cukup bisa menikmati seninya membaca daily life orang lain tanpa berujung nge-judge kurang kerjaan, alay, narsis dan lain-lain. Ketika hidup lo lagi nggak enak dan lo baca-baca postingan orang yang ternyata pernah melewati hal-hal yang mirip, thats kinda relieving, haha.

Abis baca blognya bocah manusia ini yang ngehapusin postingan-postingan lama. Iya bakal selalu ada waktu dimana kita ketemu sama sesuatu yang memorable entah itu foto, tulisan, barang, atau history chat, yang bikin kita mikir betapa noraknya kita dulu, haha. Dan beberapa saat kemudian kita sadar kita udah nggak berada di level itu lagi. Tapi gue sih ga setuju kalo musti ngehapusin postingan cuma gegara norak. Iya norak, tapi apa salahnya sih punya postingan yang bisa jadi semacem checkpoint-checkpoint di garis waktu hidup lo, jadi lo bisa inget lagi pola pikir-pola pikir seperti apa yang ada di kepala lo ketika lo umur segini dan segitu.

By the way barusan gue chat sama temen  yang udah lama banget ga ketemu, dan gue tetiba nyadar kalo kita udah kenal orang-orang yang bener-bener cocok, mau 8 tahun nggak ketemu pun sekalinya ngobrol tetep kerasa nggak ada alasan buat awkward. Dan apa lagi yang dibahas kalo bukan rahasia-rahasia dan dosa-dosa di masa-masa jahanam itu, haha. Sekarang gue ngerti kenapa ada quote yang bilang "your life begins at 30", karena 29 tahun sebelumnya penuh dengan kesalahan dan pelajaran yang baru bisa kita cerna ketika kita udah mulai keluar dari zona itu. Iya, ketika akhirnya kita udah bisa berdamai dengan semua idealisme, berhenti berdebat dengan diri sendiri tentang segala hal, dan selesai dengan yang namanya mengejar target dan obsesi, di situ kita baru bisa membaca semuanya dengan jelas. Haha okay gue rada ngelantur tapi intinya ketika lo flashback macem gitu dan menyadari kalo lo udah banyak belajar, itu pertanda bagus, kan.




Saturday, February 16, 2019
Kamu jujur, saya jujur
Kamu respek, saya respek
Kamu licik, saya bisa jauh lebih licik, haha

This is a cruel world bruh..
Bad people deserve bad things to learn
Being a good one without any defense is suicide.
Saturday, December 29, 2018
"Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin' maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on our corner of the street"

The Script - The Man Who Cant be Moved

Beberapa hari terakhir ini gue demen banget dengerin lagu jelek ini. Kayaknya efek waktu tidur yang cuma 4 jam tiap hari dan nggak liburan selama setahun penuh bikin pikiran lari kemana-mana tanpa distraksi ketika gue punya waktu luang di tengah malam, kemudian lagu ini bikin gue baper.

Btw nampaknya ada dua tipe manusia di dunia. Tipe pertama, mereka-mereka yang ketika salah beberapa jam kemudian minta maaf. Kedua, mereka-mereka yang 5 tahun kemudian baru ngerasa perlu minta maaf. Haha. Been waited for that apologize for years, sampe akhirnya memilih merelakan. Dan ketika udah terlanjur terbiasa untuk ngerasa yaudahlah, tiba-tiba ada pesan masuk di pukul 2 pagi, "apa kabar? maaf ya dulu aku ga sensitif" atau semacamnya, trus dilanjutin dengan kata-kata "aku mau nikah kamu datang ya.." People are sooo common, haha. Trus dalam hati gue pengen bales just gone already, too late to apologize its completely ruined for sooo long, walaupun akhirnya cuman jadi nostalgia tengah malam ngebahas masa lalu.

Well i dont think its worth enough to put your ego not to apologize and make people disappointed for a long time. Although its better late than never, but how can you live like that? I mean, yeah people make mistakes, sorry is an easy word to say, tapi nyadar kalo salah itu hal yang berbeda. Dan kadang gue envy sama orang-orang yang nggak peka, karena punya skill untuk nggak terbebani perasaan orang lain. Haha.


Hey kamu! Iya, kamu, yang menunjukkan bahwa kebebasan adalah hembusan angin yang mengalir di sela-sela jemari yang terbuka saat kita berkendara. Yang mengatakan bahwa senja yang merona bukan untuk dibagi bersama. Yang selalu punya seribu makna dalam satu tanya, "apa kabar?"

Selamat ya..

Menyesal itu bisa sesimpel ketika kita memutuskan untuk gak bawa headset tapi tiba-tiba terlintas keinginan untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu. Lagu-lagu yang dulu selalu kuhina, sama seperti kamu yang nggak pernah setuju lagu pilihanku. Dan merelakan itu kadang serumit ketika kita menghapus foto-foto di ponsel dalam rentang waktu tertentu sambil berpura-pura itu bisa membuat kita melupakan kenangan tertera di sana. Padahal kita sama-sama tau, momen ketika kita tanpa sengaja bertemu dan berujung pada obrolan tanpa jeda di sendunya malioboro pada dini hari itu akan selalu ada, meskipun saat itu kita nggak berfoto bersama.

Hey kamu, si penakut yang memiliki keberanian luar biasa untuk menentang semua stigma. Nggak nyangka ya. Kamu, yang dulu sering bilang ingin hidup sendiri tanpa terikat komitmen pernikahan, akhirnya mengundangku untuk menyaksikan keputusan paling berani yang pernah kamu ambil dalam hidupmu. Gimana ceritanya sampai kamu berubah pikiran? Apakah kamu akhirnya sepakat denganku tentang argumen-argumen itu, ataukah seperti biasanya, kamu mendapatkan jawabanmu saat duduk sendirian menikmati keramaian kota yang belum pernah kamu singgahi sebelumnya? Dan pertanyaan besarmu tentang kenapa kamu dilahirkan di dunia, sepertinya sembilan bulan lagi kamu akan menjawabnya sendiri. Selamat ya.

Ini semua begitu lucu ya. Kamu masih ingat kapan pertama kali kita kenal? Empat tahun yang lalu, atau lima? Romansa-romansa yang waktu itu kita anggap tak bermakna. Masa-masa yang  membuatku percaya bahwa musuh bebuyutan memang ada di dunia nyata. Nggak terhitung berapa kali kita saling menjatuhkan pribadi, berakhir dengan saling mencaci. Meskipun anehnya nggak pernah membuat kita saling benci, malah mengulanginya lagi dan lagi. Atau ketika kamu sesekali telepon di tengah malam dan terisak sambil menceritakan hari berat yang baru kamu lalui. Atau saat aku menemanimu menulis puisi-puisi yang sebenarnya nggak pernah kumengerti. Dan hal-hal kecil lainnya yang kuanggap biasa. Setidaknya itu yang aku pahami tentang kita, sebelum akhirnya lima tahun yang seolah nggak bermakna itu terangkum dalam tiga bulan yang ternyata akan menyimpulkan semuanya.

Kamu, si bawel yang nggak pernah memberi jeda ketika bercerita. Namun bisa diam seribu bahasa masalah rasa. Apa kabar? Lama tak kudengar darimu. Kamu masih ingat, waktu kamu membawa buku kesukaanmu untuk kubaca, dan aku menertawakannya? Yang akhirnya kamu mengacuhkanku berhari-hari lamanya? Kamu harus tau, akhirnya aku membacanya lho. Kamu masih ingat ketika kamu bilang kalau perasaan itu nggak akan pernah hilang? Hanya terlupakan, namun saat kita mencarinya kembali ia selalu ada di dalam hati. Kamu tau, sekarang aku pikir kamu benar.

Ah, rasanya masih banyak lagi cerita yang ingin kubagi. Tapi kini sekat itu telah berdiri kan, membagi kita menjadi kamu dan aku. Walaupun kamu bilang takkan pernah seperti itu. Memang tak perlu ada label untuk "kita", kuharap kamu setuju. Kita sudah mengerti apa artinya saat bertanya dalam hati. Kita memang dua garis yang takkan bisa beriringan, sejak dulu kita sama-sama tau, meski kita tak pernah berdiskusi tentang itu. Dan tentang tiga bulan yang menyimpulkan semuanya, mungkin itulah persilangan garis kita, sebelum akhirnya jarak kembali membuka. Hanya masalah waktu sebelum ini berubah menjadi "saya" bukan "aku", iya, seperti puisi itu.

Hey, kamu, selamat untuk hidup yang baru. Waktu telah berkata, saatnya menjalani realita. Mempertemukan rasa dan logika pada rela. Mungkin kamu takkan menemukan kita disana, tapi percayalah, itu hanya satu mimpi yang telah terlaksana. Sisanya ada di luar sana, menunggumu datang meraihnya. Sampai jumpa.

Sunday, December 16, 2018
Think you know it all, think you've been through everything, and then life come with lessons you've never thought before.

Rasa-rasanya makin kesini waktu bukan lagi berjalan atau berlari, tapi menguap dan lenyap begitu saja. We dont count days anymore but years. Nggak kerasa hampir setahun gue pindah dari Sidoarjo, dan rasanya seperti wow begitu banyak cerita yang terjadi sejak itu. Terlalu banyak untuk bisa dicerna, terlalu cepat untuk bisa diresapi, dan tiba-tiba nyadar semua berjalan terlalu cepat dan banyak hal tertinggal di belakang. Orang-orang baru, tempat-tempat baru, kebiasaan-kebiasaan baru. Pelajaran-pelajaran baru.

By the way, its hard to trust people nowadays. Stuffed on a sub-urban city life means you have to deal with depressed society, anyday crimes, traffic jams, low quality food, wrong perspective of life orientation, tight deadlines, self actualization, etc etc. You know this kind of pressure will certainly make your character stronger. But you also know, you need to take a break sometimes. And i just couldnt find a trigger to make that break until series of funny things from life hit my head on the same time. Gue malas nulis disini, but it's all about untrustworthy people, and what you should do to deal with these people. As for me, after all previous lessons, being honest is the most important thing however rude it may sounds. But for those people, i dont know, maybe they take our honesty for granted and never think that they need to do the same thing, or maybe other reasons, or maybe they are simply crazy. And sometimes i wonder, how does it feel, being an untrustworthy people?

And yeah, this is life. I used to have a good friend taught me these words: This is life. Its a three simple words, but also is deep. Whenever life hits you hard, just say, this is life. Nothing you can do to control it. Just accept the way it is, dont ever complain or blame anyone, just feel it as it melting your bones. This is life, this will pass.

And then some so-called friends of mine in Sidoarjo texted  me, "Hey, we miss you! Kapan pulang?" And suddenly i realized, many things on me are left behind as the time slipped.

Things. People. Left behind just like that. There are new people i meet here, good people to get along with, but we always know, a home is where we left a part of us to go back for it.
Saturday, December 8, 2018
"That is the only essence of this life."
"A Happiness."
You said it honestly.

Its always come nights like this for one or two, when city lights are off in the midnight, and the pale moon light is the only thing that come through your window where you starring out at, blurly. You feel lonely alone and think about the people who wreck you.
Are they doing good somewhere?
Are they just moving forward and forget what they've done?
Did they ever feel sorry?

Some things are meant to be irreparable. Some things are meant to stay broken inside of us to remember, no matter how hard you try to tell yourself to let it go. But pain is all about learning anyway. The scratches may won't heal, but as the days go by it will stacked down and down and covered by series of memorable events. Be Happy.
Thursday, November 9, 2017
You play chess. Against a blind man. But you only allowed to lose.

You play boxing. Against a dummy. But you only allowed to hit yourself.

You want to jump over the wall. But you only allowed to shut up and wait until the wall fall thorugh over you.

When you know every move will only be a blunder, when you know every punch will only hit yourself, when you know there's no one left on your side to support you jump the wall. When you're left alone to be blamed and unwanted.

Stop ashamed yourself. Throw that chessboard. Walk out the rink. Leave the wall. Wipe your eyes. Up your chin. Get your pride. Pack your world in a bag and go. Start another year zero.
Saturday, October 28, 2017
People come and go. Some you'll miss, some you'll forget, and sometimes you'll suddenly miss one you've forgotten.

I met someone on a job interview years ago. She came from a city hundreds miles far to the west. I was too, but on the opposite direction. On that small town we found the chemistry at no time at all. But then time happened. We had to go back to each other's city.

Time passed, we both got the job. I took it, but suprisingly she didn't. She got better job on Bandung, a city she'd always dreamt of for living. Well, we kept on contact, but after that time and distance naturally stopped it. Back to each other's life. From stranger back to stranger. But at the very end of our last talk she made me promise on one thing. That i will meet her anytime I travel to Bandung.

Anyway, that promise only stay as promise. I went to Bandung like million times after that, and not a single call done. I didnt even remember about her, until tonight.

Nowadays its hard to resist having your name and identity being shown on google. I'm not a stalker type, nor put "search people on google" on my hobby lists, but i admit i done it to her once, back years ago. Got everything, blog, tumblr, facebook, twitter, instagram, everything.

And now, sitting bored on a small coffeeshop on the corner of her beloved city, i put her name again on the searchbar. Just to know how her life going, what she wrote on her blog, has she finally married, with whom. Just to kill boredom. And you know what, i get nothing. Empty blog, deleted tumblr, no social media. She has a unique name so it supposed to be easy to find it on google. But no result except from her college site. Then i tried to reach her number, just to convince myself. Not working. Tried on all messenger apps too, just to found out she's not on my contact list anymore. But how can one vanish like a vapor? Changed her number, deleted all social medias and blog, dissapeared from messengers. I'm just curious if she's still living in this city. I stay just 1 km away from her office, but it seems that we will never meet again.

Well let it be. Some people are meant to come in our life for just one time. Some leave good memories. Some we just forget. Some leave marks we cant forget. Some just leave before we had a chance to say thank you or sorry. All we can do is  living the moment, feel the emotions, and wish the best for their life.


Sunday, February 19, 2017
Reading younger person's mind is easy. One advantage of being older is you have more experience on many things than them. History repeats, they do what you did, go where you went, say what you said, lie like you lied, you know it all too well. What's not easy is how would you act when you know they're doing mistakes you did. Especially when mistakes they do make impact to your very own life. Telling them your point of view is useless, they have their own. Best thing you do is to let them make mistakes. Let them learn the same way you did. And accept the karma. And maybe if you're lucky, they will let you say "what did i told you".

Okay ignore this post, keep scrolling :|



Saturday, October 15, 2016
rei@2015
My Photo
Anywhere walker.
Small town minds.

Blog Archives