Jam 2 pagi tadi satu sms masuk, nomor depannya +44. Pertanda buruk nih. Bener aja, itu sms dari si bos di London.
"Hi rian, can you come online now as i have an urgent job for you. Good money, please contact me immediately"
Aduuuh, prankster skripsiku datang lagi. Padahal sudah kutegaskan berkali-kali kalo aku sedang nggak punya waktu untuk out sourcing lagi. Huh. beberapa waktu lalu juga sudah menolak 2 kerjaan dari si bos. Masa sekarang nolak lagi?! Tapi klo diterima, masa mau kejadian semester lalu terulang lagi, TA nggak tersentuh sama sekali.
Well, akhirnya aku cuekin aja itu sms, males ketemu, walau sebenernya lagi online juga. Pura-puranya lagi tidur lah, salah sendiri jam 2 pagi sms! Huh..
"Hi rian, can you come online now as i have an urgent job for you. Good money, please contact me immediately"
Aduuuh, prankster skripsiku datang lagi. Padahal sudah kutegaskan berkali-kali kalo aku sedang nggak punya waktu untuk out sourcing lagi. Huh. beberapa waktu lalu juga sudah menolak 2 kerjaan dari si bos. Masa sekarang nolak lagi?! Tapi klo diterima, masa mau kejadian semester lalu terulang lagi, TA nggak tersentuh sama sekali.
Well, akhirnya aku cuekin aja itu sms, males ketemu, walau sebenernya lagi online juga. Pura-puranya lagi tidur lah, salah sendiri jam 2 pagi sms! Huh..
Saturday, February 21, 2009
12:24 PM
