...
Him: how long do you have time?
Me : 3 hours?
Him: is it okay for you?
Me : yes
Him: good
Him: now we can talk about ourselves
Me : okay
Him: yesterday, i told you about coming to the uk
Him: but you did not tell me anything
... (berpikir)
Me : well, i dont know. I think i'll stay here.
Me : sorry
Him: okay, no problems at all
Him: i thought it was going to make you happy
Me : i'm happy, actually
Him: that is fine to hear
Me : but i think i'm not ready to leave this country yet
...
"Geblek banged sih loe, buang peluang yang udah di depan mata!! Kapan lagi coba?!"
Gue tau banyak yang bakal mikir kaya gitu. Gue juga tau kesempatan kaya gini mungkin nggak akan pernah datang lagi. Tapi yah, aku akui, aku belum siap. Dipikir dari sudut manapun dalam pikiranku, tetep aja hasilnya sama. Gue belum siap tinggal di luar negeri.
Kemarin gue dibego-begoin habis-habisan sama Anne.
"Bego bener sih loe Rei?! Napa nggak diterima, dicoba aja?! Nggak nyangka loe bisa nolak?! Secara, gue tau loe, loe kan pengen banged ke luar negeri! Kenapa emang, bahasa inggris? cewe? Dsana cewe cakep banyak rei! Yah, elo!"
"Gue belum siap aja Ne"
"Kenapa? Loe sayang ninggalin kuliah loe di sini?"
"Benernya gue malah punya waktu 6 bulan buat nyelesaiin kuliah di sini"
"Yah! Kaya gitu elo tolak?! 6 bulan kan elo bisa siap-siap!! Kalo gue rei, gue berangkat sekarang juga rei!! Emang elo tuh aneh, bego bener. Sini gue gantiin aja!!"
Hahaha, kalo dipikir-pikir, sok banged emang yah, gw nolak ke luar negeri. Hmm, kalo bokap gue tau soal gue yang diundang ke luar negeri, en gue nolak, pasti gw lebih dihujat lagi. Haha. Secara, dari kecil gue udah ditulisin jalan hidup sama bokap:
Sekolah yang bener sampai s1, kerja yang rajin di perusahaan gede, biar bisa dibiayain sekolah lagi sama tempat kerja gw, sukur-sukur di luar negeri. Baru deh terakhir nikah. Just like a lifeline he had. But sorry father, bahkan berpikir buat kerja dan tinggal di jakarta aja gue belum punya nyali, apalagi di luar negeri. Bisa-bisa gue jadi orang paling culun disana. Huh, jogja saja sudah cukup mewah buat gue.
Hahaha, payah ni gw, small town minds.
Alasannya? Persis seperti kata Gita Gutawa di soundtracknya Laskar Pelangi:
"Dunia boleh tertawa
melihatku bahagia di tempat yang kau anggap tak biasa.
Dengarkanlah kata hatiku, bahwa aku ingin untuk tetap disini.
Tak perlu lah aku keliling dunia, biarkan ku disini.
Tak perlu lah aku keliling dunia, karena ku tak mau jauh darimu
Tak perlu lah aku keliling dunia
Kaulah segalanya bagiku di dunia"
Gimana yah, seluruh kehidupan emang sudah disini. Orang-orang yang kusayangi ada disini. Dan gue nggak mau jauh dari mereka. Hahaha, alasan yang naif mungkin. Pemikiran yang sempit mungkin. But for me, life's not all about money and fame. They're nothing for me. Nggak perlu sekolah en kerja di luar negeri, nggak perlu tinggal di kota besar, nggak perlu style yang keren dan up to date, gw ga butuh itu. Gue lebih memilih kampungan, tinggal di pedalaman, norak, ndeso, apapun, jika dengannya gue bisa lebih nyaman en fun. Hmm..
Pemikiran orang kampung banged ya gue? Hahaha. Bodo amaad ;)
Lupakan London!!