Versi Rapi
Huh, ternyata SP benar-benar nggak ada. Gak papa deh, ada enaknya juga, bisa malas-malas 2 bulan lebih. Hmm, enaknya pulang ke bali nggak ya? Pulang deh. Tapi ntar aja, pertengahan juli. masih ada satu rencana besar yang harus direalisasikan di jogja. Rencana besar apa? It's a secret!;D
Thursday, June 29, 2006
Haruskah sekali lagi aku lepaskan mimpi yang berdiri di depan mata, untuk dapat bertahan dalam sesuatu yang mereka sebut dunia nyata?
Sebelum pertandingan dimulai aku sempat ragu apakah pertandingan ini pantas disaksikan, atau belajar saja untuk ujian besok pagi. Maklum, menurut statistik di atas kertas pertandingan ini adalah pertandingan paling nggak menarik, karena kedua tim termasuk tim lemah. Tapi ternyata dugaanku salah, karena ternyata dari semua pertandingan awal di world cup 2006 ini, menurut aku yang notabene nonton semua pertandingan, justru match akhir dari putaran awal inilah yang benar-benar seru. Setiap gol yang tercetak merupakan gol-gol tingkat tinggi. Seperti yang diramalkan, awal pertandingan didominasi Tunisia. Hasilnya pada shot on goal yang pertama di pertengahan babak pertama Tunisia mencetak world class goal dari Jaziri sang bintang Tunisia. Memanfaatkan bola liar, Jaziri menyelesaikan dengan bicycle kick, melompat dan menjatuhkan diri sambil menendang. Tunisia unggul hingga turun minum. Kesalahan besar dilakukan Roger Lemerre pelatih Tunisia dengan memasukkan pemain bertahan menggantikan pemain sayap untuk mempertahankan keunggulan. Meladeni taktik Tunisia itu, Saudi Arabia justru bermain lepas all attack. Terbukti statistik shot on goal 1-1 di babak pertama dengan cepat berubah menjadi 12-1 untuk Saudi. Dari tekanan terus-menerus itulah Saudi menyamakan kedudukan lewat Al Khatani, pada menit 57. Gol tercipta hasil serangan solid melalui sayap kanan Saudi yang memberikan umpan tarik tanpa harus melihat posisi penyerang,yang diselesaikan Khatani lewat satu sentuhan cantik yang keras. Satu gol kelas dunia kembali tercipta di pertandingan ini.
Nggak sampai di situ, lewat senjata rahasia Arab Saudi, Al Jaber, yang baru dua menit masuk, mereka berbalik unggul 2-1. Umpan terobosan dari penyerang kanan diterima Jaber yang berdiri sendirian. Dengan dua sentuhan pertamanya di pertandingan ini, Al Jaber mencetak superb gol. Dengan ketenangannya ia berhasil melewatkan bola dari sudut sempit di kiri gawang. Bola bergulir tipis di samping kaki kiper dan tepat masuk ke ujung kanan gawang lawan. Gol ini merupakan sejarah bagi Jaber yang merupakan satu-satunya pemain Arab Saudi yang selalu mencetak gol pada tiga piala dunia berbeda. Perlu diingat, SAudi belum prnah lolos ke babak penyisihan Piala Dunia sekalipun. Menyadari kesalahannya, Tunisia mulai bangkit menyerang. Tapi karena solidnya permainan Saudi, serangan selalu gagal. Namun, drama belum usai. Ending yang pantas terjadi pada pertandingan ini, dimana lewat kerja sama apik pemain Tunisia, Jaidi berhasil mencetak gol indah ke gawang Saudi setelah memanfaatkan umpan tinggi dari sayap kanan. Dramatis bagi Saudi, gol tersebut terjadi pada menit 93 dimana para pemain Saudi siap merayakan kemenangan pertamanya pada putaran final Piala Dunia. Dengan waktu tersisa kurang dari satu menit, para pemain Saudi belum menyerah. Lewat Jaidi, Saudi memiliki peluang emas mencetak gol. Sayang gol urung tercipta. Akhirnya drama berakhir 2-2. Hasil pantas bagi kedua tim melihat keduanya bermain baik dan saling menyerang.
Drama lain pada pertandingan Jerman v Polandia. Polandia akhirnya jadi tim pertama yang dinyatakan gugur dari Piala Dunia kali ini, setelah pada menit 92 tuan rumah Jerman mencetak satu-satunya gol pada pertandingan itu ke gawang Polandia. What an unlucky team!!
Friday, June 16, 2006
Jerman - Kosta Rika 4-2
Pertandingn perdana Piala Dunia 2006 antara tuan rumah Jerman versus Kosta Rika berkesudahan 4-2 untuk kemenangan Jerman. Persis seperti yang aku ramalkan, Jerman menang, tapi Wanchope dari Kosta Rika mencetak gol. After all, pertandingan kemarin lumayan seru. Pantas lah buat pertandingan pembuka. Baru saja menit ke-6 Jerman udah unggul 1 angka berkat gol kerennya Lahm. Doi menembak dari sudut kanan kotak penalti yang langsung bersarang tepat di sudut kiri gawang Kosta Rika. Kosta Rika membalas 6 menit kemudian dari striker misteriusnya Manchester City, Paulo Wanchope, yang lolos dari offside. Tapi Jerman kembali unggul lewat sontekan Klose yang menerima assist dari Scheweinsteiger. Pada menit 61 lagi-lagi lewat sontekan, Klose membobol gawang Josse Porras, setelah sundulan kerasnya ditepis Porras. Menit 73 Wanchope lolos dan mencetak gol. Jerman 3 Kosta Rika 2. Kelihatannya anak-anak Kosta Rika mulai bangkit, tapi sayang, tendangan keras Frings spekulasi jauh dari luar kotak penalti berbuah gol. Pertandingn ditutup dengan skor 4-2 untuk Jerman.
Di pertandingan kedua antara Polandia vs Ekuador(0-2), Polandia harus mengakui keberuntungan tidak menaungi mereka. Babak pertama Ekuador memang bisa mencetak gol. Tapi di babak kedua sebenarnya Polandia bisa dengan mudah memporak-porandakan Ekuador, tapi apa mau dikata, yang namanya nggak beruntung, gol yang seharusnya sah dianggap offside oleh wasit. beberapa kali shoot yang seharusnya menjadi gol, hanya menjadi rebound pada mistar gawang. Dan, menit 80 berkat serangan balik satu-satunya Ekuador kembali mencetak gol. Huh, sayang sekali, padahal dengan permainan sepeti itu Polandia pantas menang.
Wah, kalo begini Jerman musti banyak berlatih, melihat permainan mereka lawan Kosta Rika kemarin. Jelas Jerman nggak mungkin juara kalau yang bener-bener main cuman Lahm sama Klose doang.
Sunday, June 11, 2006
Selamat datang musim panas!! Selamat datang Piala Dunia!! Selamat datang liburan!!
( yang terakhir tadi, masih mesti nunggu bentar lagi dehh,,:D )
Saturday, June 10, 2006
Beberapa hari lagi udah mulai ujian akhir, tapi aku masih belum mulai belajar. terlalu banyak hal yang bikin aku malas untuk mulai belajar. Mulai dari gempa susulan yang masih selalu ada setelah hampir 2 minggu dan suasana yang masih nggak kondusif karenanya, kebijakan yang tidak bijak dari kampus yang menunda ujian hingga senin depan, padahal seharusnya ujian bisa dilakukan mulai minggu ini seperti pada beberapa universitas lain atau bahkan beberapa fakultas di ugm sendiri, yang dengan begitu proses sembuhnya masyarakat jogja tidak tertunda-tunda karena nggak diberi waktu yang cukup lama untuk bersedih dan meratap.
Hehehe, ngomong apaan sih, padahal alasan utama kecewa ujian diundur tuh karena dengan begitu konsentrasi untuk ujian ini akan dikacaukan oleh piala dunia yang mulainya hampir berbarengan dengan jadwal ujian yang baru. Padahal dengan jadwal yang lama jadwalku akan selesai tepat pada hari pembukaan piala dunia di jerman. Gimana gak kecewa tuh, kalo gitu.
Lagian ujiannya sendiri dimulai beberapa hari lagi tapi sampai sekarang masih belum keluar jadwal penggantinya, jadi menurunkan semangat belajar. En belum lagi isu tentang nggak diadakannya sp (semester pendek) liburan ini juga menyita konsentrasi. Dosen2 ngancam BOP per sks di sp harus rp 100ribu,(yang di semester normal senilai 75ribu) kalo enggak mereka nggak mau ngajar. Apa sih dosen2 goblok itu? Berani-beraninya mengeluh soal duit, padahal mahasiswa-mahasiswa sendiri sedang benci-bencinya sama universitas ini yang dianggap meminta biaya yang terlalu besar untuk bisa masuk dan bertahan di sini.
Hah, lihat aja siapa yang berkuasa, orang-orang picik itu atau para mahasiswa.huh!!

Uppsss, jadi ngelantur nih:D O ya,tadi pagi ada gempa lagi yang lumayan keras. Kata orang-orang sih Merapi mulai in-action lagi. Iya sih, tadi waktu menyusur jalan kaliurang aq lihat gumpalan awan besar yang keluar dari puncak Merapi. Tentang jogja, aku dengar sebuah joke konyol aq lupa entah dari siapa katanya sekarang nih jogja sedang jadi battlefield perseteruan antara Mbah Maridjan melawan Nyi Roro Kidul. Hahaha, silly.
Tentang piala dunia, aku tetap mendukung Swedia walaupun aku yakin juaranya tetap Brasil atau Jerman. Chayo Larsson!!
Friday, June 9, 2006
Last saturday, May 27, was a horrible day. Right, it's the day when the earthquake blasted our city, Jogja. The morning, where i wasn't sleeping even for a while, i got myself down to kaliurang street, for a breakfast. Too early to breakfast actually, it's just few minutes before six in the morning. Hungrily i stuck at the food seller in front of Gading Mas Minimarket to got my breakfast. Got what i want, i went back to the house. Almost there, i felt a huge vibration from earth. It's felt stronger and stronger, as i tried to stand on these tremble. Pretty cool, i thought, as hundreds birds flew from those trees i face. Stronger and stronger, as i thought it must be almost a minute this earthquake went. I started to got more serious with it when the elecric wires start to broken off with the flame in every broke it did above my head. Minutes later, the sleepy citizen who already woken up by the earthquake, came out to the street, almost gazed at Mount Merapi at the north, which had predicted to erupted soon. Everyone's guess the mountain made the quake, as it vomit its big hot fog, but i felt that it wasn't the cause. I felt the shiver came from the south. My instinct was sharp enough for something like this, actually.

Almost eight, when everyone's already forgot the quake hours before. I'm on the way to back home from bought the day's newspaper on my motorcycle when everyone on the road made the race against me. It's panic mass i face. What happened, i wonder, as i asked a woman what's going on. Tsunami, she said. I dont believed her, on a moment. But why not? Maybe the earthquake at the morning made it.In aceh, the sea water went up to the city for 20 and more kilometers far from the sea, eventough Aceh was mountains area. Why not? The panic situation made me hurry too. Pick my sister up, i, with thousands citizen took an exodus to higher place, the way to kaliurang, the foot of Merapi. The situation made me a bit of scary. Stuck on the road that filled by thousands people i saw some girls and women had cried. Some got theirself ran as they whispered some prayer. Some with the worry face tried to carry his family. Some shout to God,"Allauakbar! Allahuakbar!". Other scream that the overflow water was on Bantul, and so on. I just couldnn't stop said the Lord's name in my mind. Allahuakbar. Allahuakbar. There's a thought in my mind, i AM hate this city, but i didn't want this sinners ended like this. Still, in the crowd of people scream i thought "how if i die here?" Actually, i didn't really sorry about it, i'm belong to Allah.

There's no tsunami, actually. No overflow water, no loaded flood. Just misunderstood. Then i stood on the bank of kaliurang street that changed into a river of human. Its grooved back to the city down. Still the following-earthquake came and tremble the city once. I sighed deeply and thank God we're safe. What a horrible, at the situation like that, where i thought my life would ended here now.

Thank God its not my time.
Friday, June 2, 2006
rei@2015